Para ilmuwan terkemuka dan ahli IT mencermati perkembangan teknologi web yang ada. Dan agar kita mudah mengklasifikasikannya, dikenal teknologi Web 1.0 , 2.0, dan 3.0
Berikut adalah klasifikasi Web 1.0

1 Perilaku pengguna adalah Membaca
2 Pelaku utama adalah Perusahaan
3 Hubungan dengan server adalah Client-server
4 Bahasa pemrograman penampil konten adalah HTML
5 Pola hubungan penerbit-pengguna : Searah
6 Pengelolaan konten adalah Taksonomi/direktori
7 Penayangan berbagai kanal informasi : Portal
8 Hubungan antar pengakses : Tidak ada
9 Sumber konten adalah Penerbit/pemilik situs
di bawah ini klasifikasi dari web 2.0

1 Perilaku pengguna adalah Menulis
2 Pelaku utama adalah Pengguna/Komunitas
3 Hubungan dengan server adalah Peer to peer
4 Bahasa pemrograman penampil konten adalah XML
5 Pola hubungan penerbit-pengguna adalah Dua arah/ Interaktif
6 Pengelolaan konten : Folksonomi/penanda/tag
7 Penayangan berbagai kanal informasi : RSS/Sindikasi
8 Hubungan antar pengakses : Berjejaring
9 Sumber konten adalah Pengguna
Perbandingan aplikasi Web 1.0 dengan Web 2.0 digambarkan Chris Wolz (2008) dalam sebuah presentasi seminar tentang Web 2.0 dan Media Sosial seperti pada gambar [1]. Ia menggambarkan hubungan yang searah, statis, dan saling berdiri sendiri antara pemilik/penerbit situs dengan pembacanya dengan fokus adalah “saya” sebagai pemilik situs dan situs itu sendiri. Dalam aplikasi Web 2.0, terdapat hubungan yang saling berjejaring antara pemilik maupun pembaca, bahkan “Anda” sebagai pembaca adalah fokus.
Bagaimana dengan teknologi web 3.0.? berikut uraiannya:
Generasi ketiga dari layanan internet memunculkan web 3.0 Pada tahun 2001 konsep web 3.0 untuk pertama kalinya diperkenalkan, saat Tim Berners Lee,yang merupakan penemu dari World Wide Web menulis sebuah artikel ilmiah yang menggambarkan Web 3.0 sebagai sebuah sarana bagi sebuah mesin untuk membaca halaman-halaman Web yang kemampuannya disebut-sebut sama dengan manusia
Web 3.0 berhubungan dengan konsep Web Semantik, yang memungkinkan dapat diakses dalam bentuk format yang bisa diakses oleh agen-agen software.
Web 3.0 ini unik. Manusia bisa komunikasi dengan mesin pencari. Kita bisa meminta Web untuk mencari suatu data spesifik tanpa bersusah-susah mencari satu per satu dalam situs-situs web yang ada.Oleh karena itu pencarian kita akan amakin cepat dan tepat sasaran serta memberikan keterangan informasi-informasi yang kita cari.
Di bawah ini komponen web 3.o
Penyimpanan data dalam jumlah besar, Format mikro, Pembelajaran lewat mesin, Pencarian dalam bahasa pengguna, Web semantik, Agen rekomendasi yang merujuk padakecerdasan buatan web.
Pada web 3.0 ini ditawarkan metode yang efisien dalam mengorganisasi data online.